Facebook Twitter Flickr LinkedIn YouTube E-mail
Home artikel Kepemimpinan dalam Ekonomi Kreatif
formats

Kepemimpinan dalam Ekonomi Kreatif

by

Kepemimpinan dalam Ekonomi Kreatif

Dr. Donald Crestofel Lantu
Doktor dalam Bidang Kepemimpinan, Dosen di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Peneliti dan Penulis Buku Kepemimpinan (Servant Leadership: The Ultimate Calling to Fulfill your Life’s Greatness).

MBA-ITB Business Review, Volume 3 No. 2 2008

Kreativitas dan kepemimpinan memiliki banyak persamaan dalam karakteristik. Kreativitas mengacu pada keterampilan dan perilaku yang diperlukan untuk menciptakan ide-ide yang relative baru, berkualitas tinggi, dan relevan terhadap permasalahan dalam kehidupan. Kreativitas sangatlah penting dalam kepemimpinan karena merupakan komponen utama dalam penciptaan sebuah ide (visi) dimana pihak lain akan menjadi pengikut untuk mewujudkan ide tersebut. Pemimpin yang efektif harus menciptakan visi yang kreatif.

Bila dikelompokkan, kepemimpinan kreatif dapat dikategorisasikan kedalam tiga bentuk kepemimpinan, yaitu kewirausahaan kreatif (intra / entrepreneurship), pemimpin komunitas kreatif, dan kepemerintahan (pusat / daerah) kreatif. Peran pemimpin kreatif sangat vital dalam upaya mendorong serta menumbuhkan ekonomi kreatif di sebuah bangsa (wilayah). Kehadiran pemimpin kreatif merupakan syarat mutlak akan berkembangnya sebuah perekonomian kreatif baik di perusahaan, komunitas kota, maupun Negara.

Menjadi kreatif sebagai pemimpin dalam sebuah institusi / komunitas harus diawali dengan adanya passion dan komitmen untuk terus belajar. Proses kreatif dimulai dari keinginan di dalam hati untuk bertumbuh dan berkembang menjadi seorang pemimpin, dan kemudian baru budaya kreatif dapat dikembangkan di dalam institusi atau komunitas. Beberapa cara yang dapat dikembangkan untuk mencetak para pemimpin kreatif baru di segala lini baik dalam bisnis, pemerintah, maupun social diantaranya adalah:
• Menciptakan budaya kepemimpinan kreatif yang kuat dalam institusi / komunitas.
• Mengembangkan keragaman dalam kepemimpinan dan anggota yang ada.
• Program creative and young apprenticeships.
• Proses pengembangan kreativitas individu melalui coaching dan mentoring.
• Rotasi dan pengayaan pekerjaan serta tanggung jawab kepada para kandidat pemimpin masa depan disertai dengan proses pembelajaran langsung.

Para pemimpin dunia dalam Global Leadership Forum tahun 2005 sepakat bahwa inovasi dan kepemimpinan adalah dua karakteristik yang diperlukan oleh sebuah Negara agar dapat bersaing dalam globalisasi. Pemerintah dapat berperan dalam mengembangkan seluruh elemen dari sistem inovasi nasional yang dapat menumbuhkan serta menguatkan proses kreativitas di berbagai sektor kehidupan sehingga hal itu dapat menjadi sebuah gaya baru para warganya. Lantu, Pesiwarissa, dan Rumahorbo dalam bukunya Servant Leadership: The Ultimate Calling to Fulfill your Life’s Greatness (2007) menyatakan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang melayani. Melalui kepemimpinan yang melayanilah, maka para pemimpin kreatif akan terus berusaha mengembangkan para pengikutnya, institusi / komunitas dimana ia berada, dan stakeholder lainnya.

Kesempatan dan pintu telah dan akan terus dibuka. Setiap orang (akan) memiliki lapangan permainan tersendiri. Melalui ekonomi kreatif kesejahteraan secara adil dapat diciptakan. Mengapa? Karena Tuhan Sang Maha Penguasa telah menciptakan setiap individu dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua orang memiliki bakat dan talenta yang dapat dipergunakannya untuk “bermain dalam perang talenta global”.

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
© 2014 CIEL SBM ITB